Showing posts with label transportation. Show all posts
Showing posts with label transportation. Show all posts

Saturday, July 20, 2013

Working on the (transport) details

Beberapa hari yang lalu pertama kalinya saya pergi ke kantor menggunakan angkot. Beda banget dengan pas kuliah yang cukup sekali naik angkot dan jalurnya lurus-lurus aja tanpa kemacetan yang berarti, rute saya ke kantor mengharuskan naik 2 kali angkot dengan durasi yang panjang plus macet yang bikin desperate. Lalu jackpotnya, saya ternyata harus lembur yang mana ga tau naik angkot apa kalo malem-malem. Jadilah, malam-malam gelap-gelap jalan kaki dan tanpa adanya trotoar. Udah pengen nangis, gini banget sih nasib orang yang pake angkutan umum T_T.

Kalau tiap hari mesti gitu, saya ga kuat kayanya. Itu seperti hak asasi yang diabaikan sama pihak yang berkewajiban. Kebayang ga sih, Bandung yang katanya lagi emerging di Indonesia, bahkan Asean *ini kata saya aja sih :p*, sistem angkutan umumnya (almost) doomed. Bikin ga produktif dan mau ga mau jadi mendukung makin pesatnya angkutan pribadi (mobil dan motor) sementara infrastruktur transportnya ga tumbuh.  

Yang saya ga ngerti sejak dulu adalah, dalam dunia kajian transportasi umum, sudah superjelasbanget bahwa transportasi umum emang sulit kalau profit oriented. Kasarnya dia cuma mau beroperasi kalau mendatangkan keuntungan, kalau engga ya mending ngerjain kerjaan lain yang lebih menguntungkan. Dengan kata lain, transportasi umum kalau dikelola swasta tentu akan lebih mementingkan profit dibanding memberikan pelayanan. Itu udah jelas banget banget banget. Kalo pemerintah ga ngerti juga dengan hal itu, mesti dipertanyakan selama ini kemana ajaaa, mahasiswa TPB juga ngerti.

Wednesday, November 28, 2012

Presentasi paper perdana

Ceritanya akhir pekan kemarin saya mengikuti sebuah konferensi atau simposium transportasi antar universitas se-Indonesia. Nama acara ini Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT) yang cukup terkenal di kalangan akademisi dan profesional transportasi Indonesia. Katanya sih, kegiatan ini versi regionalnya EASTS. Kegiatan ini sejak beberapa tahun terakhir mencoba go international dengan menambahkan acara International Symposium yang menghadirkan keynote speaker dari luar Indonesia. Kali ini seorang sensei transportasi logistik dari Kyoto University, Jepang.

Bagi saya, ini kali kedua mengikuti kegiatan FSTPT, hanya saja baru sekali ini saya mencoba jadi presenter yang mempresentasikan makalah. Makalah yang saya buat waktu beberapa bulan yang lalu ini merupakan bagian awal dari tesis yang saya kerjain selama ini. Awal banget. Karena penelitian tesis saya itu sangatsangatsangat membutuhkan "big sketch" dan deep-long-term research, jadi dosen pembimbing menyarankan saya untuk menyederhanakannya, pun menurunkan ekspektasi terhadap hasil penelitian yang ideal *jangan bayangin deep-long-term research itu diem lama-lama di lab ngeliatin eksperimen atau running program di layar komputer, penelitian saya lebih butuh banyak observasi lapangan, wawancara sana-sini, coba-coba program ekonometri, pilah-pilih model statistik yang paling cantik, dan mencari definisi tiap angka hasil uji statistik*.

Friday, August 10, 2012

Meracau Macet

5 jam untuk menempuh jarak antara Jakarta-Bandung itu bikin pengen punya kursi pijet. Hehe. Jadi ceritanya belakangan ini mesti bolak-balik Jakarta-Bandung demi tugas ke-lab-an. Dulu sih seneng, tapi lama-lama kesel pas nyadar kalo Jakarta itu macetnya udah ga tau lagi bisa ditolong apa engga. Faktor banyaknya mobil pribadi masih jadi salah satu isu penyebab kemacetan yang sangat parah ini. Saya sendiri ga abis pikir kenapa warga Jakarta bisa sesabar itu menghadapi macet yang ... udahlah bikin speechless.

Kepemilikan kendaraan pribadi secara ga sadar membuat orang semakin egois, yang penting gue cepet sampe kantor, yang penting gue ga perlu kepanasan pake bis kota. Buat yang pakai motor, yang penting cepet dan ga kena macet, yang penting hemat.

Kalo cara menilainya begitu, orang-orang yang pakai angkutan umum berarti orang paling sabar dan paling kaya. Hehe.

*racauan yang lagi kena macet*

Thursday, July 5, 2012

What do I do?

Recently, I do a research about mode choice behavior. Since I am a graduate student of transportation engineering, there are many many topics can be conducted in a transportation research such as freight transport, travel behavior, road pricing, safety riding, etc. I found myself very keen with travel behavior topic.

What is travel behavior?
It is a study that discuss how people (would) act towards several conditions that happened in transportation, especially human transport. Most of the study needs a primary data which means the data should be collected directly from the resources. The resources are, of course, people.


One of the form of travel behavior is mode choice. The data in mode choice study can be divided into three main groups which are socio-demographic data, utility data, and compiled data between both. The output could be a model of mode choice, variable definition towards the mode choice propensity, or specific relation between variables that influence the mode choice.


The main challenge is the method of data collection. If the data sampling has no robust reason or exact boundary, the data could be failed. It could not build a correct model, even it would not describe anything. The data needs to fulfill some statistical requirements before it could be developed to be a model. Moreover it is also needs to have a realistic and logic relationship in the real world (not just theory), so it can be applicable.


The study object is people. It is obviously not quantitative since the values depend on people's opinion and perspective. Sometimes I ask myself: why am I doing this? Why don't I do something more scientific like people do in other engineering field?


But it makes me feel more human (what am I, a cat? :p)